Rabu, 04 November 2015

PRESENTASI PENYEBARAN DATA DAN STATISTIKA JANGKAUAN BROADCAST SIGNAL WIFI ACCESS POINT DI TAROGONG KALER GARUT


PRESENTASI PENYEBARAN DATA DAN STATISTIKA JANGKAUAN BROADCAST SIGNAL WIFI ACCESS POINT DI TAROGONG KALER GARUT








DISUSUN OLEH :

      NAMA      : RIFKI NURFALAH

                              NPM         : 2405214019

                                          E-MAIL    : dkey.ar@gmail.com











UNIVERSITAS GARUT

TEKNIK ELEKTRO

Jln. Jati Tarogong No. 42B Telp. (0262)540181 Garut 44151

BAB I PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang

Teknologi Informasi dan Komunikasi setiap hari berkembang semakin canggih, tiap individu kini mulai mudah untuk saling berinteraksi satu sama lain meskipun berbatas negara sekalipun. Teknologi tersebut adalah internet, internet adalah suatu dunia khayal/virtual yang mampu menghubungkan perangkat canggih terkomputasi dan berfungsi untuk saling bertukar informasi verbal maupun non-verbal baik antar individu, individu dan kelompok, ataupun antar kelompok dan kelompok.

Internet adalah salah satu sumber informasi bagi setiap kalangan yang jangkauannya cukup luas hingga mendunia, ada pula fungsi lainnya yaitu untuk digunakan sebagai penghubung atau menghubungkan beberapa Gadget untuk menunjang konsep Globalisasi ini dan tak aneh jika kata Wi-Fi (Wireless Fidelity) kini sering terdengar  baik di masyarakat umum maupun pedesaan yang sering digunakan sebagai sebutan lain dari Internet ini, akan tetapi sebenarnya istilah Internet dan Wi-Fi sendiri adalah hal yang memiliki arti yang jauh berbeda. Wi-Fi merupakan salah satu gerbang akses internet bagi beberapa perangkat elektronik pintar atau sering disebut Gadget (Smartphone, Laptop, Netbook dll) dengan infrastruktur yang fleksibel dan sudah jelas sangat berbeda dengan Internet.

Wi-Fi untuk saat ini sudah mulai mudah diakses, bahkan Wi-Fi sekarang sudah hampir dianggap sebagai mainan sehari-hari, dan tak sedikit dari mereka yang sering menggunakannya, baik untuk menggali informasi, berkomunikasi, ataupun sebagai sarana hiburan. Dalam kesempatan ini saya mencoba mengumpulkan data-data tentang “Rata-rata jangkauan broadcast signal Wi-Fi access point di Tarogong Kaler Garut” untuk informasi bagaimanakah perkembangan infrastruktur di daerah Tarogong Garut ini dalam lingkup teknologi informasi.



1.2              Rumusan Masalah

A.    Berapakah jarak rata-rata Broadcast Wi-Fi Access Point di Tarogong Kaler Garut?

B.     Bagaimanakah Rekap data-data, Tabel Distribusi Frekuensinya?

C.     Bagaimanakah bentuk Grafik dari data-data tersebut?

D.   Bagaimanakah pusat dominasi data dan letak data data tersebut?



1.3              Tujuan

A.    Mengetahui bagaimanakah jarak umum Broadcast Access Point di Tarogong Kaler Garut.

B.    Mengetahui perbedaan jarak Broadcast signal antar Access Point di Tarogong Kaler Garut.

C.  Mengetahui tingkat perkembangan infrastruktur dalam lingkup Teknologi Informasi di daerah Tarogong Kaler Garut.

D. Mengetahui bagaimana tingkat dominasi nilai jarak broadcast Wi-Fi AP di daerah Tarogong Kaler Garut.





BAB II LANDASAN TEORI

2.1              Penjelasan Umum

A.    Wi-Fi



Wi-Fi merupakan Akronim dari kata Wireless Fidelity yang berarti Kejelasan Nirkabel. Maksudnya, Wi-Fi mampu menghubungkan beberapa perangkat pintar Gadget satu sama lain tanpa harus menggunakan penghubung berupa kabel. Wi-Fi menggunakan Gelombang Elektromagnetik berspesifikasi IEEE 802.11x (a, b, g, n) di 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz berjumlah 11 Channel, Wi-Fi merupakan salah satu Access Point dengan cakupan yang lebih sempit dari Access Point Induknya yang sering digunakan pada BTS untuk membroadcast signal yang digunakan untuk berkomunikasi. Wi-Fi ini memiliki daerah cakupan dengan radius 20 meter dan bisa kurang atau juga bisa melebihinya.

Untuk Kecepatan akses Wi-Fi ini tergantung pada model modulator signal dan receiver, Bandwidth dari ISP ke Wi-Fi AP (Access Point), juga jarak antara perangkat Gadget dan perangkat Wi-Fi AP karena jika jarak semakin jauh perangkat Gadget akan lebih sedikit mendapatkan signal Wi-Fi dan kecepatan aksespun sudah jelas akan berkurang, namun sebaliknya jika jarak antara perangkat Gadget cukup dekat maka diperkirakan kecepatan aksespun akan optimal bahkan mendekati maksimal. Untuk tiap negara memiliki hukum tentang “Rule Broadcast” Access Point Wi-Fi ini, jika tidak akan menyebabkan data collision atau saling bertabraknya data, noise juga akan ikut bertambah karenanya. “Rule Broadcast” ini membahas tentang Frekuensi yang dianjurkan dipakai, jangkauan maksimal Broadcast signal juga Channel yang dianjurkan bagi perangkat Local Broadcast seperti Wi-Fi.



B.     Kecamatan Tarogong Kaler Garut

Kecamatan Tarogong Garut adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Garut dengan Luas 5,057 Ha. Kecamatan Tarogong Garut memiliki sistem pemerintahan dengan seorang Camat dan memiliki 12 Desa dan 1 daerah untuk Kelurahan. Diantaranya Cimanganten, Jati, Langensari Mekarjaya, Mekarwangi, Pananjung, Panjiwangi, Pasawahan, Rancabango, Sirnajaya, Sukajadi, Sukawangi, Tanjung Kamuning. Tarogong Kaler merupakan daerah yang banyak dihuni oleh pengusaha-pengusaha berbasis oleh-oleh ataupun cinderamata khas Kabupaten Garut karena Kecamatan Tarogong Kaler Garut ini merupakan salah satu daerah yang memiliki jalur lintas kota dan merupakan salah satu daerah tersibuk di Kabupaten Garut. Karena hal itu tidak sedikit dari tiap rumah di daerah ini terpasang perangkat Wi-Fi Access Point.







  

BAB III Kerangka Kerja

3.1  Langkah Kerja

Beberapa langkah yang saya gunakan untuk menyusun statistika tentang rata-rata jangkauan broadcast signal Wi-Fi Access Point di Tarogong Kaler Garut adalah sebagai berikut :

1.    Observasi 

     Mulai mengamati hal-hal yang sederhana dan mudah digali. 

2.    Survei & Pengmpulan data

    Menyurvei lokasi-lokasi yang sering terdeteksi SSID Wi-Fi dan mulai menyimpan beberapa data penting secara acak untuk diproses.

3.    Menganalisa Data 

     Melakukan analisa terhadap data yang telah diperoleh setelah pengumpulan data sebelumnya, apakah data tersebut sudah sesuai dengan hasil pengamatan sebelumnya ataukan masih perlu disesuaikan kembali.

4.    Mengolah data 

     Memulai mengolah data sesuai prosedur untuk didapatkan data-data baru untuk mengetahui informasi apa saja yang akan didapat pada data tersebut.

5.    Mengkaji Data 

   Mengkaji ulang data-data dan beberapa data baru hasil analisis dan pengolahan data sebelumnya apakah sudah sesuai dengan taksiran/hipotesis sebelumnya dan apakah sudah mulai dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai berdasarkan beberapa faktor dan aspek.

6.    Publikasi 

    Data sudah selesai diolah menjadi informasi dan sudah mengalami beberapa revisi jika diperlukan, maka Informasi ini saya mulai publikasikan.



3.2  Flow Chart








3.3     Jadwal Kegiatan                                     

Jadwal kegiatan yang saya lakukan dalam menyusun ststistika ini mulai dari kegiatan Survey & Pengumpulan data hingga ke langkah Publikasi adalah sebagai berikut :




















BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1  Hasil 

A.     Tabel Data Sebelum Diolah



Tabel 1 4.1.A

Data-data di dalam Tabel 1 4.1.A di atas diambil dengan metoda pengukuran dengan beberapa cara konvensional dan teknologi yang lebih mendominasi, data-data diatas diambil dari tempat-tempat yang ada di Tarogong Garut secara acak dengan satuan meter (m).

Untuk mempermudah dalam pengkategorian kelompok, saya merujuk pemisalan dengan beberapa nama untuk tiap kelompok antara lain :

-          Sangat Dekat               =          8,3       –          12,8     (meter)

-          Dekat                           =          12,9     –          17,4     (meter)

-          Cukup Dekat               =          17,5     –          22,0     (meter)

-          Cukup Jauh                 =          22,1     –          26,6     (meter)

-          Jauh                             =          26,7     –          31,2     (meter)

-          Sangat Jauh                 =          31,3     –          35,4     (meter)





B.    Bentuk Poligon Frekuensi



Grafik 1 4.1.B



C.  Data Tunggal Terurut Dan Angka Pemusatannya





Tabel 1 4.1.C




  


D.  Data Kelompok Dan Angka Pemusatannya



Tabel 1 4.1.D






E. Pembahasan

Nilai dari pemusatan data diatas memiliki hasil yang terbilang berbeda antara data tunggal dan data berbentuk kelompok diatas, perbedaannya antara lain :

- Data Tunggal     :      rataan              = 6,8

                                    Med                 = 15,8

                                                Mod                = 17,8

                                                Q1||Q3             = 13,1              || 24,5

                                                D3||D7             = 14,76            || 21,67

                                                P33||P77          = 15,45112      || 24,65103



- Data Kelompok :      rataan              = 6,8

                                    Med                 = 18,7

                                                Mod                = 18,98

                                                Q1||Q3             =14                  || 23,03

                                                D3||D7             =15,15             || 21,74

                                                P33||P77          =15,84             || 23,69





F. Hubungan Empiris
F.1. Data Tunggal
            Berdasarkan data diatas hubungan antar data diatas dapat dimodelkan dengan garis berikut:
 

 Data diatas merupakan data "Left Skewmess".



F.2. Data Kelompok
            Berdasarkan data diatas hubungan antar data diatas dapat dimodelkan dengan garis berikut:
 
 

 Data diatas merupakan data "Left Skewmess".








BAB V KESIMPULAN

            5.1       Kesimpulan

            Suatu Jaringan Nirkabel Lokal atau sering disebut Wi-Fi memang sudah mulai menjadi suatu perbincangan baru di lingkungan pembangunan infrastruktur saat ini. Terbukti memang tiap jangkauan maksimal tiap Wi-Fi Access Point memiliki daya pancar yang berbeda beda, mulai dari tingkat Sangat Dekat, Dekat, Cukup Dekat, Cukup Jauh, Jauh, ataupun jarak yang Sangat Jauh sekalipun.

Berdasarkan data-data, tabel dan grafik diatas, rata-rata jangkauan Broadcast Access point ini didominasi oleh kategori dengan Jarak yang Cukup Dekat (17,5 – 22,0) yang artinya sudah cukup banyak titik atau bangunan-bangunan yang terpasangi Wi-Fi Access Point yang memiliki kualitas yang terbilang cukup baik. Menurut pengamatan saya, perkembangan insfrastruktur di daerah Tarogong Kaler ini teramati cukup baik, khususnya untuk infrastruktur berupa akses Internet Nirkabel via Wi-Fi ini.





DAFTAR PUSTAKA