Kamis, 22 Oktober 2015

STATISTIKA RATA-RATA JANGKAUAN BROADCAST SIGNAL WIFI ACCESS POINT DI TAROGONG KALER GARUT

STATISTIKA RATA-RATA JANGKAUAN BROADCAST SIGNAL WIFI ACCESS POINT DI TAROGONG KALER GARUT






DISUSUN OLEH :
      NAMA      : RIFKI NURFALAH
      NPM         : 2405214019
                                          E-MAIL    : dkey.ar@gmail.com





UNIVERSITAS GARUT
TEKNIK ELEKTRO
Jln. Jati Tarogong No. 42B Telp. (0262)540181 Garut 44151






BAB I PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Teknologi Informasi dan Komunikasi setiap hari berkembang semakin canggih, tiap individu kini mulai mudah untuk saling berinteraksi satu sama lain meskipun berbatas negara sekalipun. Teknologi tersebut adalah internet, internet adalah suatu dunia khayal/virtual yang mampu menghubungkan perangkat canggih terkomputasi dan berfungsi untuk saling bertukar informasi verbal maupun non-verbal baik antar individu, individu dan kelompok, ataupun antar kelompok dan kelompok.
Internet adalah salah satu sumber informasi bagi setiap kalangan yang jangkauannya cukup luas hingga mendunia, ada pula fungsi lainnya yaitu untuk digunakan sebagai penghubung atau menghubungkan beberapa Gadget untuk menunjang konsep Globalisasi ini dan tak aneh jika kata Wi-Fi (Wireless Fidelity) kini sering terdengar  baik di masyarakat umum maupun pedesaan yang sering digunakan sebagai sebutan lain dari Internet ini, akan tetapi sebenarnya istilah Internet dan Wi-Fi sendiri adalah hal yang memiliki arti yang jauh berbeda. Wi-Fi merupakan salah satu gerbang akses internet bagi beberapa perangkat elektronik pintar atau sering disebut Gadget (Smartphone, Laptop, Netbook dll) dengan infrastruktur yang fleksibel dan sudah jelas sangat berbeda dengan Internet.
Wi-Fi untuk saat ini sudah mulai mudah diakses, bahkan Wi-Fi sekarang sudah hampir dianggap sebagai mainan sehari-hari, dan tak sedikit dari mereka yang sering menggunakannya, baik untuk menggali informasi, berkomunikasi, ataupun sebagai sarana hiburan. Dalam kesempatan ini saya mencoba mengumpulkan data-data tentang “Rata-rata jangkauan broadcast signal Wi-Fi access point di Tarogong Kaler Garut” untuk informasi bagaimanakah perkembangan infrastruktur di daerah Tarogong Garut ini dalam lingkup teknologi informasi.



1.2              Rumusan Masalah
A.    Berapakah jarak rata-rata Broadcast Wi-Fi Access Point di Tarogong Kaler Garut?
B.     Bagaimanakah Rekap data-data, Tabel Distribusi Frekuensinya?
C.     Bagaimanakah bentuk Grafik dari data-data tersebut?



1.3              Tujuan
A.    Mengetahui bagaimanakah jarak umum Broadcast Access Point di Tarogong Kaler Garut.
B.     Mengetahui perbedaan jarak Broadcast signal antar Access Point di Tarogong Kaler Garut.
C.     Mengetahui tingkat perkembangan infrastruktur dalam lingkup Teknologi Informasi di daerah Tarogong Kaler Garut.





BAB II LANDASAN TEORI
2.1              Penjelasan Umum
A.    Wi-Fi

Wi-Fi merupakan Akronim dari kata Wireless Fidelity yang berarti Kejelasan Nirkabel. Maksudnya, Wi-Fi mampu menghubungkan beberapa perangkat pintar Gadget satu sama lain tanpa harus menggunakan penghubung berupa kabel. Wi-Fi menggunakan Gelombang Elektromagnetik berspesifikasi IEEE 802.11x (a, b, g, n) di 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz berjumlah 11 Channel, Wi-Fi merupakan salah satu Access Point dengan cakupan yang lebih sempit dari Access Point Induknya yang sering digunakan pada BTS untuk membroadcast signal yang digunakan untuk berkomunikasi. Wi-Fi ini memiliki daerah cakupan dengan radius 20 meter dan bisa kurang atau juga bisa melebihinya.
Untuk Kecepatan akses Wi-Fi ini tergantung pada model modulator signal dan receiver, Bandwidth dari ISP ke Wi-Fi AP (Access Point), juga jarak antara perangkat Gadget dan perangkat Wi-Fi AP karena jika jarak semakin jauh perangkat Gadget akan lebih sedikit mendapatkan signal Wi-Fi dan kecepatan aksespun sudah jelas akan berkurang, namun sebaliknya jika jarak antara perangkat Gadget cukup dekat maka diperkirakan kecepatan aksespun akan optimal bahkan mendekati maksimal. Untuk tiap negara memiliki hukum tentang “Rule Broadcast” Access Point Wi-Fi ini, jika tidak akan menyebabkan data collision atau saling bertabraknya data, noise juga akan ikut bertambah karenanya. “Rule Broadcast” ini membahas tentang Frekuensi yang dianjurkan dipakai, jangkauan maksimal Broadcast signal juga Channel yang dianjurkan bagi perangkat Local Broadcast seperti Wi-Fi.


  

B.     Kecamatan Tarogong Kaler Garut
Kecamatan Tarogong Garut adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Garut dengan Luas 5,057 Ha. Kecamatan Tarogong Garut memiliki sistem pemerintahan dengan seorang Camat dan memiliki 12 Desa dan 1 daerah untuk Kelurahan. Diantaranya Cimanganten, Jati, Langensari Mekarjaya, Mekarwangi, Pananjung, Panjiwangi, Pasawahan, Rancabango, Sirnajaya, Sukajadi, Sukawangi, Tanjung Kamuning. Tarogong Kaler merupakan daerah yang banyak dihuni oleh pengusaha-pengusaha berbasis oleh-oleh ataupun cinderamata khas Kabupaten Garut karena Kecamatan Tarogong Kaler Garut ini merupakan salah satu daerah yang memiliki jalur lintas kota dan merupakan salah satu daerah tersibuk di Kabupaten Garut. Karena hal itu tidak sedikit dari tiap rumah di daerah ini terpasang perangkat Wi-Fi Access Point.







  
BAB III Kerangka Kerja
3.1  Langkah Kerja
Beberapa langkah yang saya gunakan untuk menyusun statistika tentang rata-rata jangkauan broadcast signal Wi-Fi Access Point di Tarogong Kaler Garut adalah sebagai berikut :
1.    Observasi
Mulai mengamati hal-hal yang sederhana dan mudah digali.
2.    Survei & Pengmpulan data
Menyurvei lokasi-lokasi yang sering terdeteksi SSID Wi-Fi dan mulai menyimpan beberapa data penting secara acak untuk diproses.
3.    Menganalisa Data
Melakukan analisa terhadap data yang telah diperoleh setelah pengumpulan data sebelumnya, apakah data tersebut sudah sesuai dengan hasil pengamatan sebelumnya ataukan masih perlu disesuaikan kembali.
4.    Mengolah data
Memulai mengolah data sesuai prosedur untuk didapatkan data-data baru untuk mengetahui informasi apa saja yang akan didapat pada data tersebut.
5.    Mengkaji Data
Mengkaji ulang data-data dan beberapa data baru hasil analisis dan pengolahan data sebelumnya apakah sudah sesuai dengan taksiran/hipotesis sebelumnya dan apakah sudah mulai dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai berdasarkan beberapa faktor dan aspek.
6.    Publikasi
Data sudah selesai diolah menjadi informasi dan sudah mengalami beberapa revisi jika diperlukan, maka Informasi ini saya mulai publikasikan.









3.2  Flow Chart






3.3     Jadwal Kegiatan                                     
Jadwal kegiatan yang saya lakukan dalam menyusun ststistika tentang rata-rata jangkauan broadcast signal Wi-Fi Access Point di Tarogong Kaler Garut mulai dari kegiatan Survey & Pengumpulan data hingga ke langkah Publikasi adalah sebagai berikut :



BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1  Hasil
A.    Tabel Data Sebelum Diolah

Tabel 1 4.1.A
Data-data di dalam Tabel 1 4.1.A di atas diambil dengan metoda pengukuran dengan beberapa cara konvensional dan teknologi yang lebih mendominasi, data-data diatas diambil dari tempat-tempat yang ada di Tarogong Garut secara acak dengan satuan meter (m).

B.     Tabel Distribusi Frekuensi dan Frekuensi Relatif

Tabel 2 4.1.B

      Tabel 2 4.1.B diatas berisi tentang banyaknya frekuensi data untuk tiap kategori kelompoknya, dan frekuensi relatif adalah suatu bentuk presentasi lain dalam bentuk persentase.
Untuk mempermudah dalam pengkategorian kelompok, saya merujuk pemisalan dengan beberapa nama untuk tiap kelompok antara lain :
-          Sangat Dekat              =          8,3       –          12,8     (meter)
-          Dekat                          =          12,9     –          17,4     (meter)
-          Cukup Dekat              =          17,5     –          22,0     (meter)
-          Cukup Jauh                 =          22,1     –          26,6     (meter)
-          Jauh                             =          26,7     –          31,2     (meter)
-          Sangat Jauh                 =          31,3     –          35,4     (meter)


C.    Tabel & Grafik Histogram Frekuensi

Tabel 1 4.1.C


Grafik 1 4.1.C




D.    Bentuk Poligon Frekuensi

Grafik 1 4.1.D



E.     Bentuk OGIF
a.      OGIF Lebih Dari (≤)

Grafik 1 4.1.E.a




b.      OGIF Kurang Dari (≥)


Grafik 1 4.1.E.b





BAB V KESIMPULAN
            5.1       Kesimpulan
            Suatu Jaringan Nirkabel Lokal atau sering disebut Wi-Fi memang sudah mulai menjadi suatu perbincangan baru di lingkungan pembangunan infrastruktur saat ini. Terbukti memang tiap jangkauan maksimal tiap Wi-Fi Access Point memiliki daya pancar yang berbeda beda, mulai dari tingkat Sangat Dekat, Dekat, Cukup Dekat, Cukup Jauh, Jauh, ataupun jarak yang Sangat Jauh sekalipun.
Berdasarkan data-data, tabel dan grafik diatas, rata-rata jangkauan Broadcast Access point ini didominasi oleh kategori dengan Jarak yang Cukup Dekat (17,5 – 22,0) yang artinya sudah cukup banyak titik atau bangunan-bangunan yang terpasangi Wi-Fi Access Point yang memiliki kualitas yang terbilang cukup baik. Menurut pengamatan saya, perkembangan insfrastruktur di daerah Tarogong Kaler ini teramati cukup baik, khususnya untuk infrastruktur berupa akses Internet Nirkabel via Wi-Fi ini.




DAFTAR PUSTAKA







Rabu, 14 Oktober 2015

LAPORAN STATISTIKA PENGGUNA WIFI DI KAMPUS 2 UNIVERSITAS GARUT

LAPORAN STATISTIKA PENGGUNA WIFI DI KAMPUS 2 UNIVERSITAS GARUT




DISUSUN OLEH :
      NAMA      : RIFKI NURFALAH
      NPM         : 2405214019
                                          E-MAIL    : dkey.ar@gmail.com




UNIVERSITAS GARUT
TEKNIK ELEKTRO 2014
Jln. Jati Tarogong No. 42B Telp. (0262)540181 Garut 44151



BAB I PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Teknologi Informasi dewasa ini berkembang semakin hari semakin pesat, begitu pula konsep globalisasi yang kian hari juga kian meluas, tiap individu kini dapat saling mengetahui, berbicara, saling bertatap muka satu sama lain meski terhalang jarak yang begitu jauh, dengan perkembangan teknologi informasi dewasa inilah yang membuat hal tersebut menjadi mungkin, teknologi ini sering kita sebut dengan Internet. Internet adalah salah satu sumber informasi bagi setiap kalangan yang jangkauannya cukup luas hingga mendunia, ada pula fungsi lainnya yaitu untuk digunakan sebagai penghubung atau menghubungkan beberapa Gadget untuk menunjang konsep Globalisasi ini dan tak aneh jika kata Wi-Fi (Wireless Fidelity) kini sering terdengar  baik di masyarakat umum maupun pedesaan yang sering digunakan sebagai sebutan lain dari Internet ini, akan tetapi sebenarnya istilah Internet dan Wi-Fi sendiri adalah hal yang memiliki arti yang jauh berbeda.
Wi-Fi merupakan salah satu gerbang akses internet bagi beberapa perangkat elektronik pintar atau sering disebut Gadget (Smartphone, Laptop, Netbook dll) dengan infrastruktur yang fleksibel. Wi-Fi ini sering digunakan oleh beberapa orang dengan alasan praktis, ekonomis, dan  sudah mulai mudah di cari untuk dewasa ini. Sedangkan Internet adalah suatu ruang yang tak terlihat (khayal/virtual) yang menghubungkan berbagai perangkat pintar dari berbagai belahan dunia dengan tujuan berbagi informasi baik secara verbal maupun non-verbal.
Wi-Fi bagi anak muda sekarang adalah hal yang sudah menjadi hal yang terdengar seperti kata mainan di telinga mereka, dan tak sedikit dari mereka yang sering menggunakannya, baik untuk menggali informasi, berkomunikasi, ataupun sebagai sarana hiburan. Dalam kesempatan ini saya mencoba mengumpulkan data tentang pengguna Wi-Fi di Kampus 2 Universitas Garut untuk rentang waktu 12 Oktober - 13 Oktober 2015 dari pukul 08.00 – 15.00 H.

1.2              Rumusan Masalah
A.    Berapakah jumlah pengguna Wi-Fi di Kampus 2 UNIGA untuk tanggal 12 dan 13 Oktober 2015 mulai pukul 08.00 – 15.00 ?
B.     Bagaimana perbandingan antara kedua data tersebut ?
C.     Bagaimanakah bentuk Grafik dari kedua data tersebut ?

1.3              Tujuan
A.    Mengetahui bagaimanakah pemakaian Wi-Fi di Kampus 2 UNIGA di waktu tertentu.
B.     Mengetahui perbedaan jumlah untuk pemakaian Wi-Fi di Kampus 2 UNIGA di waktu tertentu.

BAB II LANDASAN TEORI
2.1              Penjelasan Umum
A.    Wi-Fi
Wi-Fi merupakan Akronim dari kata Wireless Fidelity yang berarti Kejelasan Nirkabel. Maksudnya, Wi-Fi mampu menghubungkan beberapa perangkat pintar Gadget satu sama lain tanpa harus menggunakan penghubung berupa kabel. Wi-Fi menggunakan Gelombang Elektromagnetik berspesifikasi IEEE 802.11x (a, b, g, n) di 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz berjumlah 11 Channel, Wi-Fi merupakan salah satu Access Point dengan cakupan yang lebih sempit dari Access Point Induknya yang sering digunakan pada BTS untuk membroadcast signal yang digunakan untuk berkomunikasi. Wi-Fi ini memiliki daerah cakupan dengan radius 20 meter dan bisa kurang atau juga bisa melebihinya.
Untuk Kecepatan akses Wi-Fi ini tergantung pada model modulator signal dan receiver, Bandwidth dari ISP ke Wi-Fi AP (Access Point), juga jarak antara perangkat Gadget dan perangkat Wi-Fi AP karena jika jarak semakin jauh perangkat Gadget akan lebih sedikit mendapatkan signal Wi-Fi dan kecepatan aksespun sudah jelas akan berkurang, namun sebaliknya jika jarak antara perangkat Gadget cukup dekat maka diperkirakan kecepatan aksespun akan optimal bahkan mendekati maksimal.

B.     Kampus 2 UNIGA
Kampus 2 UNIGA terletak di Jln. Jati Tarogong No. 42B dengan Nomor Telepon (0262)540181, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut dengan kode pos 44151. Kampus 2 UNIGA juga sering disebut dengan Kampus Jati dikarenakan mudah untuk diingat dan diidentifikasi. Kampus 2 UNIGA ini digunakan sebagai sarana dan prasarana perkuliahan bagi Mahasiswa Universitas Garut untuk Fakultas Teknik (F. T) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F. MIPA).
Di Kampus 2 UNIGA terdapat 3 Gedung terpisah dengan jumlah perkiraan >15 untuk Kelas Perkuliahan, >3 Ruang Penyimpanan, >6 Ruang Praktikum, 1 Musholla, beberapa ruang Akademika dan ruang Kemahasiswaan dan 3 Lapangan terbuka yang salah satunya sering digunakan sebagai tempat parkir kendaraan. Kampus 2 UNIGA tidak seluas Kampus Utama yang di Hampor namun cukup terkondisi untuk dipakai sebagai tempat perkuliahan.
Ada beberapa lokasi yang menjadi spot (titik) yang sering digunakan para Mahasiswa untuk menggunakan akses Internet dengan Wi-Fi antara lain di kelas, ruang UKM, tangga, kursi tunggu dan kantin sekitar kampus.




BAB III Kerangka Kerja
3.1  Langkah Kerja
Beberapa langkah yang saya gunakan untuk pengumpulan data tentang pengguna Wi-Fi di Kampus 2 UNIGA ini sebagai berikut :
1.    Observasi
Mulai mengamati hal-hal yang kecil dan mudah digali.
2.    Survei & Pengmpulan data
Menyurvei lokasi-lokasi yang sering digunakan sebagai spot untuk akses Internet lewat Wi-Fi dan mulai menyimpan beberapa data penting untuk diproses.
3.    Menganalisa Data
Melakukan analisa terhadap data yang telah diperoleh setelah pengumpulan data sebelumnya, apakah data tersebut sudah sesuai dengan hasil pengamatan sebelumnya ataukan masih perlu disesuaikan kembali.
4.    Mengolah data
Memulai mengolah data sesuai prosedur untuk didapatkan data-data baru untuk mengetahui informasi apa saja yang akan didapat pada data tersebut.
5.    Mengkaji Data
Mengkaji ulang data-data dan beberapa data baru hasil analisis dan pengolahan data sebelumnya apakah sudah sesuai dengan taksiran/hipotesis sebelumnya dan apakah sudah mulai dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai berdasarkan beberapa faktor dan aspek.
6.    Publikasi
Data sudah selesai diolah menjadi informasi dan sudah mengalami beberapa revisi jika diperlukan, maka Informasi ini saya mulai publikasikan.

3.2  Flow Chart
                    
                  


3.3     Jadwal Kegiatan                                     
Jadwal kegiatan Pembuatan laporan Jumlah pengguna Wi-Fi di Kampus 2 UNIGA mulai dari kegiatan Survey & Pengumpulan data hingga ke langkah Publikasi.
Kegiatan
Hari
ke-1
ke-2
ke-3
Survey & Pengumpulan Data



Analisis Data



Mengolah Data



Mengkaji data



Publikasi




BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1  Hasil
A.    Tabel
Hari
F. Teknik
F. MIPA
Subtotal
Total
L
P
L
P
12-Okt-15
15
2
43
36
96
224
13-Okt-15
23
6
56
43
128
Subtotal
38
8
99
79


Total
46
178


Gambar 1 4.1.A Tabel Overview

Hari
F. Teknik
F. MIPA
Laki - Laki
Perempuan
Laki - Laki
Perempuan
12-Okt-15
15
2
43
36
Subtotal
17
79
Total
96
Gambar 2 4.1.A
Hari
F. Teknik
F. MIPA
Laki - Laki
Perempuan
Laki - Laki
Perempuan
13-Okt-15
23
6
56
43
Subtotal
29
99
Total
128
           
Gambar 3 4.1.A
B.     Grafik



Gambar 1 4.1.B



Gambar 2 4.1.B



Gambar 3 4.1.B
C.    Pembahasan
            Dari keseluruhan data yang saya amati dan kemudian saya analisa hingga mendapatkan data-data baru diatas seperti grafik ataupun data lainnya dapat disimpulkan bahwa diantara waktu tertentu suatu data mudah untuk didapat. Kesimpulan dari data-data yang saya ambil tentang Jumlah pengguna Wi-Fi pada 12 s/d 13 Oktober 2015 mengalami perubahan, perubahan ini termasuk perubahan naik.
            Bisa dilihat pada Gambar 2 4.1.B dan Gambar 3 4.1.B tiap nilai mengalami perubahan kenaikan ataupun berkurang namun untuk nilai total mengalami perubahan naik.
            Perubahan yang terjadi diantara H1 dan H2 itu antara lain :
-          F. Teknik Laki-Laki    -> H1 = 15 (16%) >> H2 = 23 (18%)
-          F. Teknik Perempuan  -> H1 = 2   (2%)   >> H2 = 6   (5%)
-          F. MIPA Laki-Laki     -> H1 = 43 (45%) >> H2 = 56 (44%)
-          F. MIPA Perempuan   -> H1 = 36 (37%) >> H2 = 43 (33%)




BAB V KESIMPULAN
            5.1       Kesimpulan
            Memperoleh suatu informasi tak lain adalah dari hasil pengamatan diri kita terhadap lingkungan baik hal yang sangat besar ataupun untuk hal kecil, sekecil apapun, kemudian mengalami pengolahan dengan berbagai masukan yang berpengaruh hingga memperoleh informasi yang dapat dipertanggung jawabkan, ilmu statistika dan probabilitas memang menjadi model teori dari nalar manusia maka dari itu tak rugi jika kita mulai menekuni ilmu statistika dan probabilitas ini.
            Tak lupa penulis juga menerima berbagai masukkan untuk membantu memperbaiki tulisan tulisan saya yang lainnya agar lebih baik dan lebih mudah untuk dipahami.




DAFTAR PUSTAKA
http://aslikerinci.blogspot.co.id/2011/09/pengertian-wifi-dan-fungsinya.html
http://statprob2014.blogspot.co.id/p/template-laporan.html