PRESENTASI PENYEBARAN DATA DAN STATISTIKA JANGKAUAN
BROADCAST SIGNAL WIFI ACCESS POINT DI TAROGONG KALER GARUT
DISUSUN OLEH :
NAMA : RIFKI
NURFALAH
NPM
: 2405214019
E-MAIL : dkey.ar@gmail.com
UNIVERSITAS GARUT
TEKNIK ELEKTRO
Jln. Jati Tarogong No. 42B Telp. (0262)540181 Garut
44151
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teknologi Informasi dan Komunikasi setiap hari berkembang semakin canggih,
tiap individu kini mulai mudah untuk saling berinteraksi satu sama lain
meskipun berbatas negara sekalipun. Teknologi tersebut adalah internet,
internet adalah suatu dunia khayal/virtual yang mampu menghubungkan perangkat
canggih terkomputasi dan berfungsi untuk saling bertukar informasi verbal
maupun non-verbal baik antar individu, individu dan kelompok, ataupun antar
kelompok dan kelompok.
Internet adalah salah satu sumber informasi bagi setiap kalangan yang
jangkauannya cukup luas hingga mendunia, ada pula fungsi lainnya yaitu untuk
digunakan sebagai penghubung atau menghubungkan beberapa Gadget untuk menunjang
konsep Globalisasi ini dan tak aneh jika kata Wi-Fi (Wireless Fidelity) kini
sering terdengar baik di masyarakat umum maupun pedesaan yang sering
digunakan sebagai sebutan lain dari Internet ini, akan tetapi sebenarnya
istilah Internet dan Wi-Fi sendiri adalah hal yang memiliki arti yang jauh
berbeda. Wi-Fi merupakan salah satu gerbang akses internet bagi beberapa
perangkat elektronik pintar atau sering disebut Gadget (Smartphone, Laptop,
Netbook dll) dengan infrastruktur yang fleksibel dan sudah jelas sangat berbeda
dengan Internet.
Wi-Fi untuk saat ini sudah mulai mudah diakses, bahkan Wi-Fi sekarang sudah
hampir dianggap sebagai mainan sehari-hari, dan tak sedikit dari mereka yang
sering menggunakannya, baik untuk menggali informasi, berkomunikasi, ataupun
sebagai sarana hiburan. Dalam kesempatan ini saya mencoba mengumpulkan
data-data tentang “Rata-rata jangkauan broadcast signal Wi-Fi access point di
Tarogong Kaler Garut” untuk informasi bagaimanakah perkembangan infrastruktur
di daerah Tarogong Garut ini dalam lingkup teknologi informasi.
1.2 Rumusan Masalah
A. Berapakah jarak
rata-rata Broadcast Wi-Fi Access Point di Tarogong Kaler Garut?
B. Bagaimanakah Rekap data-data, Tabel Distribusi Frekuensinya?
C. Bagaimanakah bentuk Grafik dari data-data tersebut?
D. Bagaimanakah pusat dominasi data dan letak data data tersebut?
1.3 Tujuan
A. Mengetahui
bagaimanakah jarak umum Broadcast Access Point di Tarogong Kaler Garut.
B. Mengetahui
perbedaan jarak Broadcast signal antar Access Point di Tarogong Kaler Garut.
C. Mengetahui
tingkat perkembangan infrastruktur dalam lingkup Teknologi Informasi di daerah
Tarogong Kaler Garut.
D. Mengetahui bagaimana tingkat dominasi nilai jarak broadcast Wi-Fi AP di
daerah Tarogong Kaler Garut.
BAB II LANDASAN
TEORI
2.1 Penjelasan Umum
A. Wi-Fi
Wi-Fi merupakan Akronim dari kata Wireless Fidelity yang berarti Kejelasan Nirkabel.
Maksudnya, Wi-Fi mampu menghubungkan beberapa perangkat pintar Gadget satu sama
lain tanpa harus menggunakan penghubung berupa kabel. Wi-Fi menggunakan
Gelombang Elektromagnetik berspesifikasi IEEE 802.11x (a, b, g, n) di 2.400 MHz
sampai 2.483,50 MHz berjumlah 11 Channel, Wi-Fi merupakan salah satu Access
Point dengan cakupan yang lebih sempit dari Access Point Induknya yang sering
digunakan pada BTS untuk membroadcast signal yang digunakan untuk
berkomunikasi. Wi-Fi ini memiliki daerah cakupan dengan radius 20 meter dan
bisa kurang atau juga bisa melebihinya.
Untuk Kecepatan akses Wi-Fi ini tergantung pada model modulator signal dan
receiver, Bandwidth dari ISP ke Wi-Fi AP (Access Point), juga jarak antara
perangkat Gadget dan perangkat Wi-Fi AP karena jika jarak semakin jauh
perangkat Gadget akan lebih sedikit mendapatkan signal Wi-Fi dan kecepatan
aksespun sudah jelas akan berkurang, namun sebaliknya jika jarak antara
perangkat Gadget cukup dekat maka diperkirakan kecepatan aksespun akan optimal
bahkan mendekati maksimal. Untuk tiap negara memiliki hukum tentang “Rule
Broadcast” Access Point Wi-Fi ini, jika tidak akan menyebabkan data
collision atau saling bertabraknya data, noise juga
akan ikut bertambah karenanya. “Rule Broadcast” ini membahas tentang
Frekuensi yang dianjurkan dipakai, jangkauan maksimal Broadcast signal juga
Channel yang dianjurkan bagi perangkat Local Broadcast seperti
Wi-Fi.
B. Kecamatan Tarogong Kaler Garut
Kecamatan Tarogong Garut adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten
Garut dengan Luas 5,057 Ha. Kecamatan Tarogong Garut memiliki sistem
pemerintahan dengan seorang Camat dan memiliki 12 Desa dan 1 daerah untuk
Kelurahan. Diantaranya Cimanganten, Jati, Langensari Mekarjaya, Mekarwangi,
Pananjung, Panjiwangi, Pasawahan, Rancabango, Sirnajaya, Sukajadi, Sukawangi,
Tanjung Kamuning. Tarogong Kaler merupakan daerah yang banyak dihuni oleh
pengusaha-pengusaha berbasis oleh-oleh ataupun cinderamata khas Kabupaten Garut
karena Kecamatan Tarogong Kaler Garut ini merupakan salah satu daerah yang
memiliki jalur lintas kota dan merupakan salah satu daerah tersibuk di
Kabupaten Garut. Karena hal itu tidak sedikit dari tiap rumah di daerah ini
terpasang perangkat Wi-Fi Access Point.
BAB III
Kerangka Kerja
3.1 Langkah Kerja
Beberapa langkah yang saya gunakan untuk menyusun statistika tentang
rata-rata jangkauan broadcast signal Wi-Fi Access Point di Tarogong Kaler Garut
adalah sebagai berikut :
1. Observasi
Mulai mengamati hal-hal yang sederhana dan mudah digali.
2. Survei & Pengmpulan data
Menyurvei lokasi-lokasi yang sering terdeteksi SSID
Wi-Fi dan mulai menyimpan beberapa data penting secara acak untuk diproses.
3. Menganalisa Data
Melakukan analisa terhadap data yang telah
diperoleh setelah pengumpulan data sebelumnya, apakah data tersebut sudah
sesuai dengan hasil pengamatan sebelumnya ataukan masih perlu disesuaikan
kembali.
4. Mengolah data
Memulai mengolah data sesuai prosedur untuk
didapatkan data-data baru untuk mengetahui informasi apa saja yang akan didapat
pada data tersebut.
5. Mengkaji Data
Mengkaji ulang data-data dan beberapa data baru hasil analisis
dan pengolahan data sebelumnya apakah sudah sesuai dengan taksiran/hipotesis
sebelumnya dan apakah sudah mulai dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai
berdasarkan beberapa faktor dan aspek.
6. Publikasi
Data sudah selesai diolah menjadi informasi dan sudah
mengalami beberapa revisi jika diperlukan, maka Informasi ini saya mulai
publikasikan.
3.2 Flow Chart
3.3 Jadwal
Kegiatan
Jadwal kegiatan yang saya lakukan dalam menyusun ststistika ini mulai dari
kegiatan Survey & Pengumpulan data hingga ke langkah Publikasi adalah
sebagai berikut :
BAB IV HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
A. Tabel Data Sebelum Diolah
Tabel 1 4.1.A
Data-data di dalam Tabel 1 4.1.A di atas diambil dengan metoda pengukuran
dengan beberapa cara konvensional dan teknologi yang lebih mendominasi,
data-data diatas diambil dari tempat-tempat yang ada di Tarogong Garut secara
acak dengan satuan meter (m).
Untuk mempermudah dalam pengkategorian kelompok, saya merujuk pemisalan
dengan beberapa nama untuk tiap kelompok antara lain :
- Sangat Dekat
= 8,3
–
12,8 (meter)
- Dekat
=
12,9 –
17,4 (meter)
- Cukup Dekat
=
17,5
– 22,0
(meter)
- Cukup
Jauh
=
22,1
–
26,6 (meter)
- Jauh
= 26,7
–
31,2 (meter)
- Sangat
Jauh
=
31,3
– 35,4
(meter)
B. Bentuk Poligon Frekuensi
Grafik 1 4.1.B
C. Data Tunggal Terurut Dan Angka
Pemusatannya
Tabel 1 4.1.C
D. Data Kelompok Dan Angka
Pemusatannya
Tabel 1 4.1.D
E. Pembahasan
Nilai dari pemusatan data diatas memiliki hasil yang terbilang berbeda
antara data tunggal dan data berbentuk kelompok diatas, perbedaannya antara
lain :
- Data Tunggal : rataan = 6,8
Med =
15,8
Mod = 17,8
Q1||Q3 =
13,1 ||
24,5
D3||D7 =
14,76 || 21,67
P33||P77 = 15,45112 || 24,65103
- Data Kelompok : rataan =
6,8
Med =
18,7
Mod = 18,98
Q1||Q3 =14 ||
23,03
D3||D7 =15,15 ||
21,74
P33||P77 =15,84 || 23,69
F. Hubungan Empiris
F.1. Data Tunggal
Berdasarkan data diatas hubungan
antar data diatas dapat dimodelkan dengan garis berikut:
Data diatas merupakan data "Left Skewmess".
F.2. Data Kelompok
Berdasarkan data diatas hubungan
antar data diatas dapat dimodelkan dengan garis berikut:
Data diatas merupakan data "Left Skewmess".
BAB V KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Suatu Jaringan Nirkabel Lokal atau sering disebut Wi-Fi memang sudah mulai
menjadi suatu perbincangan baru di lingkungan pembangunan infrastruktur saat
ini. Terbukti memang tiap jangkauan maksimal tiap Wi-Fi Access Point memiliki
daya pancar yang berbeda beda, mulai dari tingkat Sangat Dekat, Dekat, Cukup
Dekat, Cukup Jauh, Jauh, ataupun jarak yang Sangat Jauh sekalipun.
Berdasarkan data-data, tabel dan grafik diatas, rata-rata jangkauan
Broadcast Access point ini didominasi oleh kategori dengan Jarak yang Cukup
Dekat (17,5 – 22,0) yang artinya sudah cukup banyak titik atau
bangunan-bangunan yang terpasangi Wi-Fi Access Point yang memiliki kualitas
yang terbilang cukup baik. Menurut pengamatan saya, perkembangan insfrastruktur
di daerah Tarogong Kaler ini teramati cukup baik, khususnya untuk infrastruktur
berupa akses Internet Nirkabel via Wi-Fi ini.
DAFTAR PUSTAKA








